Bakteri Starter, Kunci Efektif Pengolahan Limbah!

Apakah Anda pernah mendengar tentang bakteri starter yang digunakan dalam pengolahan limbah? Nah, bakteri inilah yang merupakan elemen paling dalam proses biodegradasi limbah. Dengan proses biodegradasi dengan bakteri tersebut, air limbah yang telah diolah akan menjadi bahan yang lebih aman bagi lingkungan. 

Nah, pada artikel ini, kami akan mengulas secara mendalam mengenai peran penting bakteri starter dalam memastikan efisiensi dan efektivitas dalam pengolahan limbah cair. Mari kita simak bersama!

PENGERTIAN BAKTERI STARTER

BAKTERI STARTER

Sebelum masuk ke pembahasan utama, penting bagi kita untuk dapat memahami konsep bakteri starter dalam konteks pengolahan limbah. 

Nah, pengertian dari bakteri starter itu sendiri adalah mikroorganisme yang sengaja dimasukkan ke dalam sistem pengolahan limbah untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses biodegradasi. Bakteri ini berperan dalam menguraikan bahan organik kompleks dalam limbah cair menjadi senyawa yang lebih sederhana dan lebih ramah lingkungan.

JENIS BAKTERI YANG UMUM DIGUNAKAN

Dalam pengolahan limbah, terdapat dua jenis utama bakteri starter yang sering digunakan:

Bakteri Aerobik



Bakteri aerobik merupakan bakteri yang membutuhkan oksigen untuk dapat melakukan proses metabolisme dalam limbah. Jenis bakteri ini umumnya aktif dalam kondisi oksigen terlarut yang cukup, seperti dalam proses aerasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Bakteri aerobik efektif dalam menguraikan bahan organik kompleks menjadi karbon dioksida, air, dan senyawa anorganik lainnya. Dan tentunya, hasil penguraian tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Bakteri Anaerobik



Berbeda dengan bakteri aerobik, bakteri anaerobik dapat melakukan proses metabolisme dalam kondisi  tertutup atau tanpa oksigen. Jenis bakteri ini cukup aktif dalam kondisi anaerob seperti pada pengolahan lumpur aktif atau reaktor anaerobik. 

Sama seperti bakteri aerobik yang menghasilkan senyawa organik bermanfaat, bakteri ini juga menghasilkan gas metana sebagai produk sampingan dari proses biodegradasi, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

MANFAAT BAKTERI STARTER DALAM PENGOLAHAN LIMBAH

Bakteri starter memberikan manfaat yang signifikan dalam proses pengolahan limbah, termasuk:

1. Biodegradasi Efektif

Menguraikan bahan organik kompleks dalam limbah cair menjadi bentuk yang lebih sederhana, seperti karbon dioksida dan air.

2. Reduksi Zat Pencemar

Menghilangkan zat-zat pencemar seperti amonia, nitrat, fosfat, dan senyawa organik lainnya dari air limbah.

3. Pembersihan Lingkungan

Membantu menjaga kualitas air sebelum dibuang kembali ke lingkungan alam.

4. Produksi Energi Alternatif

Bakteri anaerobik menghasilkan gas metana yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

5. Pengurangan Biaya Operasional

Proses anaerobik dapat mengurangi biaya energi karena tidak memerlukan aerasi seperti pada proses aerobik.

Butuh Bakteri Starter? BIKATIRIA Saja!

Bakteri Starter BIKATIRIA


Produk BIKATIRIA adalah produk bakteri starter unggulan yang efektif dalam meningkatkan kinerja IPAL. Bakteri BIKATIRIA dirancang secara khusus untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses biodegradasi limbah cair, sehingga pengolahan limbah akan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan dengan produk ini.

Anda membutuhkan bakteri starter yang efektif? Pilih BIKATIRIA saja!

Workshop:Driyorejo Jalan Raya Tenaru,Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Telp, Dusun Gading, Cangkir, |031.3977660|, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61177
Distributor:Jl. Mredo Kulon No.49 RT 05, Gatak, Bangunharjo, Kec. Sewon
WhatsApp:0821 1382 1331
0813 3660 0922
Email:info@waterpedia.co.id

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel